Skip to main content

Posts

Featured

Edit Video Sambil Jaga Anak? Bisa Banget Kalau Punya Workflow Ini

  Sebagai editor cewek yang juga harus jagain bocah, hidup tuh kayak juggling antara keyframe dan piring makan anak. Tapi percayalah, bukan gak mungkin! Aku pernah ngerasa overwhelmed banget pas ngedit sambil jagain anak. Tapi setelah trial-error, akhirnya nemu formula yang cocok. Ini workflow yang bantu aku tetap ngedit walau di sela-sela rengekan anak 1. Pakai Sistem “Chunk Editing” Daripada maksa ngedit 3 jam non-stop (yang impossible kalau ada anak), aku pecah jadi sesi 20–30 menit. Satu sesi = 1 tugas kecil, potong rough cut, kasih transisi, render preview, dll. 2. Gunakan Template dan Preset Aku simpan preset transisi, color grading, opening, sampai lower third. Jadi tinggal drag-drop aja. Hemat waktu dan energi. 3. Jangan Takut Pause Anak nangis = pause dulu. Gak apa-apa. Deadline bisa dibagi, tapi perhatian ke anak gak bisa diulang. Yang penting, backup kerjaan dan simpan auto-save! 4. Prioritaskan Project Kalau job numpuk, aku pilih yang urgent dan berani bilang “enggak” k...

Latest Posts

Perempuan dan Laptop Panas: Tools Ramah Editor Cewek

5 Tips Biar Suara Interview Lebih ‘Nendang’ di Video Dokumenter

Video Editor Juga Perlu Healing: Ini Cara Aku Atur Waktu Biar Gak Burnout

Kenapa Timeline di Premiere atau Capcut Seperti Rumah Kedua Buatku?