Video Editor Juga Perlu Healing: Ini Cara Aku Atur Waktu Biar Gak Burnout
Kalau kamu pikir kerja jadi video editor itu cuma duduk di depan laptop, cut sana, transisi sini, lalu selesai...
well, coba pikir lagi. Di balik video berdurasi 1 menit yang terlihat smooth dan estetik di Instagram atau TikTok, ada puluhan tab yang dibuka, timeline yang penuh layer, dan mata yang udah perih ngeliatin keyframe.
Sebagai video editor (apalagi yang kerja freelance atau content creator mandiri), gampang banget ngerasa burnout. Deadline numpuk, revisi gak kelar-kelar, dan kreativitas pun rasanya jadi kering kerontang. Makanya, aku percaya banget kalau healing itu penting.
Nah, di blog kali ini aku mau cerita cara aku ngatur waktu biar bisa tetap produktif tanpa jadi zombie depan layar. Semoga kamu juga bisa nemuin ritme yang pas ya!
1. Terapin “Jam Kerja” Versi Sendiri
Sebagai freelancer, godaan paling besar adalah kerja kapan aja... tapi itu juga jebakan! Dulu aku suka ngerjain video tengah malam, terus paginya jadi lemes dan gak produktif.
Sekarang aku coba disiplin: kerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore, mirip jam kantor. Di luar itu, aku stop buka timeline. Kasih batasan ke diri sendiri itu bentuk sayang sama badan dan pikiran.
2. Pakai Teknik “Pomodoro” Biar Gak Lupa Istirahat Pomodoro itu teknik manajemen waktu yang super simple tapi efektif, diciptakan sama Francesco Cirillo di akhir 1980-an. Namanya “Pomodoro” karena dia pakai timer dapur berbentuk tomat (🍅 = pomodoro dalam bahasa Italia) waktu pertama kali bikin metode ini.
Cara kerjanya Pilih satu tugas yang mau kamu kerjain (misalnya: ngedit video klip A).
Set timer 25 menit → fokus total ngerjain tugas itu, gak buka HP, gak scroll IG, gak multitasking.
Setelah 25 menit, ambil istirahat 5 menit → minum air, stretching, liat tanaman, atau rebahan sebentar.Ulangi langkah di atas. Setelah 4 sesi Pomodoro (total 2 jam), ambil istirahat lebih lama, sekitar 15–30 menit.
Kenapa teknik ini efektif buat video editor?
Karena kerjaan kita tuh sering bikin lupa waktu dan gampang ke-distract. Dengan menggunakan teknik Pomodoro ini
pertama, kita jadi tetap punya waktu fokus. Kedua, gak lupa istirahat dan yang paling penting otak sama mata gak dipaksa
terus-terusan mantengin timeline dan efek, tau kan pusingnya kayak apa 😵💫
Sebagai editor yang sering banget lupa waktu pas lagi edit video, trus tau-tau udah 4 jam belum gerak sama sekali.
Akhirnya aku mulai pakai teknik Pomodoro ini, kerja fokus 25 menit, lalu istirahat 5 menit. Tiap 4 sesi, istirahat lebih lama.
Pas istirahat, aku bener-bener lepas dari layar, jalan ke dapur, stretching, atau sekadar ngelurusin badan. Sounds simple,
tapi efeknya kerasa banget.
3. Hari Khusus “No Editing Day”
Aku sengaja bikin 1 hari di minggu (biasanya hari Minggu) buat gak nyentuh software editing sama sekali. Gak After Effects, gak Premiere Pro, gak CapCut. Bener-bener “puasa timeline”.
Hari itu aku isi dengan hal-hal yang ngebangkitin energi. nonton film, journaling, main game, atau ngopi santai.
Kadang ide baru justru muncul pas otak lagi rileks.
4. Healing Gak Harus Mahal
Healing buatku gak selalu staycation atau liburan ke pantai. Kadang sesimpel duduk di taman sambil dengerin playlist favorit, ngobrol sama temen, atau nyicil buku yang udah lama pengin dibaca. Intinya, kasih ruang buat diri sendiri buat bernapas. Karena kerja kreatif butuh inspirasi, dan inspirasi gak tumbuh di otak yang capek.
5. Revisi Tetap Revisi, Tapi Jangan Bikin Kita Lupa Diri
Namanya kerja di industri kreatif, revisi itu udah jadi bagian dari hidup. Tapi aku belajar buat tau batas. Kalau klien minta revisi yang gak masuk akal atau udah di luar jam kerja, aku komunikasikan baik-baik. Kita bukan robot. Kita juga manusia yang punya batas energi.
Jaga Diri = Jaga Karya
Aku belajar, kalau mau hasil editanku bagus, aku harus jaga dulu yang ngeditnya yaitu diriku sendiri. Kesehatan mental, waktu istirahat, dan keseimbangan hidup itu bukan kemewahan. Itu kebutuhan.
Jadi buat kamu para video editor (atau pekerja kreatif apa pun), yuk mulai sayangin diri sendiri. Healing itu bukan alasan buat males, tapi cara buat tetap waras.
Stay creative, stay kind to yourself 💛
-FramebyHer-


Comments
Post a Comment